|
“Aku tinggalkan dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh pada keduanya maka tidak akan sesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, serta keduanya tidak akan terpisah sampai keduanya mendatangiku di Telaga (syurga).” (HR. Al Hakim dan Baihaqi)
Bagi seorang Muslim, mengikuti sunnah Rasulullah adalah keharusan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, untuk mengamalkan ajaran Islam yang benar lagi sempurna harus sesuai dengan apa yang telah diwajibkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam serta para sahabat.
Dasar-dasar ibadah yang telah ditentukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah kewajiban yang harus ditaati oleh setiap muslim, seperti dalam firman-Nya, "Dan apa yang Rasul berikan untuk mu, maka terimalah ia, dan apa yang ia larang bagimu, maka juhilah." (QS. Al-Hasyr : 7)
Perilaku, perkataan dan takrir Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam disebut sunnah. Dalam Islam, sunnah Nabi adalah sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an. Bahkan prilaku Rasulullah ini diakui oleh para sarjana Barat, merupakan gambaran kesempurnaan seorang manusia. Dan tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang diikuti perilakunya oleh berjuta-juta orang hingga detik ini kecuali Muhammad Rasulullah. Karena akhlak beliau merupakan akhlak yang paling sempurna. Allah menegaskan, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Allah nyatakan di ayat lain, "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu." (QS. Al Ahzab : 21). "Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam." (QS. Al Anbiya': 107).
Semua itu telah tercatat dalam sejarah yang merupakan ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Betapa banyak kaum salaf (generasi terdahulu) yang mengagumi akhlak Rasulullah dan berusaha menyelaraskan kehidupan mereka dengan sunnahnya. Sejak pagi hingga pagi lagi.
Umat Islam sepakat, untuk memahami Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia, harus merujuk kepada sunnah Rasulullah. Karena, Al-Qur'an diturunkan disamping yang detail, memuat prinsip-prinsip hidup dan hukum Islam yang masih global, sedangkan sunnah Rasulullah mengajarkan petunjuk pelaksanaan dan rinciannya. Jadi, sunnah sangat diperlukan seorang muslim untuk mengamalkan Islam secara baik dan benar. Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur'an, "Siapa yang taat kepada Rasul, maka ia taat kepada Allah." (QS. Al-Nisaa : 80). Karena itu, bagi orang beriman, mengikuti sunnah atau tidak bukanlah suatu “kebebasan memilih”. Sebab mengamalkan ajaran Islam sesuai garis yang telah ditentukan oleh Rasulullah adalah kewajiban yang harus ditaati.
Rasulullah Sebagai Teladan
Hidup akan terasa indah dan bermakna jika mengikuti apa-apa yang diajarkan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Setiap aktifitas yang diarahkan kepada Allah tidak akan menjauhkan dari hubungan hidup dengan-Nya, bahkan membuat si hamba semakin disukai dan diridhai-Nya. Tidak ada karunia dan kenikmatan yang lebih besar daripada ketentraman dan keserasian hidup. Sebab itu, awali segala aktifitas keseharian kita dengan arahan Allah, serta bimbingan Rasulullah.
Kasih sayang yang dimiliki Rasulullah harus diserap oleh setiap muslim dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kecintaan kepada sesama dan semua makhluk Allah dapat terpelihara. Pengabdian hidup Nabi untuk kejayaan Islam, kita amalkan. Pengorbanannya untuk kedamaian umat manusia, kita jaga. Kesederhanaannya dalam hidup sehari-hari, kita ikuti. Dan keikhlasannya dalam beramal, kita praktekkan. Maka, dengan mengikuti prilaku dan akhlak Nabi yang mulia kita akan menjadi orang mulia, baik dalam pandangan Allah maupun di mata manusia.
Tetapi tidak setiap manusia yang ada di bumi ini mau dan mampu mengikuti sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ada di antara mereka yang berat mengikuti sunnahnya. Ada pula di antaranya yang enggan melaksanakan yang telah dicontohkannya. Golongan yang enggan melaksanakan sunnah adalah orang-orang yang berlindung di balik hawa nafsunya. Mereka lebih mengutamakan ajakan setan daripada bisikan iman.
Mengikuti sunnah Nabi berarti mentaati Allah dan Rasul-Nya. Enggan mengikuti sunnahnya, berarti menolak untuk masuk syurga. Hal ini seperti dalam sabda Rasululullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Setiap umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan.” Para sahabat bertanya, “Siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Barangsiapa yang mentaatiku pasti dia masuk surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.” (HR. Bukhari dan Ahmad). |