KAJIAN UTAMA
Jum'at, 27 Februari 2009 - 6:49 WIB
Al Aqsha Dalam Bahaya
Oleh: Amrozi M Rais,Lc.
Beberapa waktu lalu, TV Aljazeera yang bermarkas di Doha, Qatar, menayangkan rapat kelompok garis keras Yahudi yang berencana mengepung dan menyerang Masjid Al-Aqsha pada 10 April 2005. Tepat tanggal itu, jam setengah delapan pagi (waktu setempat), kelompok garis keras ini mulai memadati kompleks Masjid Al-Aqsha dengan ribuan pendukung yang fanatik. Namun di dalam kompleks sendiri, telah bersiaga siaga puluhan ribu warga Muslim Palestina yang siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk bagi masjid yang suci itu. Bahkan mereka siap untuk mati syahid demi membela kiblat pertama umat Islam, Masjid Al-Aqsha.Pihak kepolisian Zionis Israel sendiri juga sempat menangkap 6 koordinator lapangan aksi yang mencoba memaksa masuk ke kompleks masjid.
Sempat terjadi ketegangan antara pihak polisi Israel dan jamaah kaum Muslimin yang hendak menuju ke masjid. Hal ini dipicu oleh upaya penghadangan warga Palestina terhadap kelompok garis keras Yahudi yang tetap bersikeras merangsek masuk ke masjid. Sehingga polisi Israel terpancing untuk membela orang Yahudi dan terus mengejar-ngejar warga Palestina yang mulai marah karena tidak diizinkan masuk mengikuti jejak rekan-rekannya yang sudah duluan masuk ke Masjid Al-Aqsha.
Berkat kesigapan dan kesiagaan umat Islam Palestina, juga mungkin tindakan penjagaan pihak aparat polisi Israel atas keamanan masjid, rencana pengepungan dan penyerangan itu gagal
Rabu, 25 Februari 2009 - 23:34 WIB
Clinton raps Israel for delaying Gaza aid: paper
JERUSALEM , (AFP) – US Secretary of State Hillary Clinton is pressing Israel to stop blocking aid to the besieged Gaza Strip and will raise the issue during a visit next week, an Israeli newspaper reported on Wednesday.
US Middle East envoy George Mitchell is expected to issue a strongly worded statement on the situation when he travels to Israel this week, Haaretz said.
"Israel is not making enough efforts to improve the humanitarian situation in Gaza," the paper quoted US officials as telling their Israeli counterparts last week. "The US expects Israel to meet its commitments on this matter."
Clinton has relayed messages to Israel about the aid issue in the past week, and senior aides have made it clear the question would be central to her visit to Israel on Tuesday.
Israeli foreign ministry spokesman Ygal Palmor said he was unaware of any such messages and the prime minister's office said it would not comment "as long as there is no official US statement" on the issue
Rabu, 25 Februari 2009 - 23:31 WIB
United States policies toward Moslem Countries
Regarding the state visit of Hillary Clinton to Indonesia
In response to the state visit of United States ( US) Secretary of State Hillary Clinton to Indonesia on February 18-19, 2009,--on her way to visit ASIAN countries to tighten bilateral ties with this region-- Jama’ah Muslimin (Hizbullah) conveys all Moslems’ aspiration as follow:
1. Demands US to get used to living side by side peacefully with Moslem Communities all over the globe, because Moslems basically can live side by side and respect the other communities as long as they are allowed to practice their religion’s teaching and are not interfered in practicing their religion. This situation was practiced during the Era the Holy prophet Muhammad (peace be upon him) in Medina and Caliphate Omar Ibnul Khattab in the Arab Peninsula as well as during Shalahuddin Al-Ayubi in Jerusalem Palestine.
2. US should have discussed peacefully about everything connected with Islam and Moslems with its Moslems’ counterparts and should have avoided any radical approach such as terrorizing them and using weaponry on behalf of eradicating terrorists.
Jum'at, 6 Februari 2009 - 18:34 WIB
Menggapai Syahid di Jalan Allah
Fatwa Imaamul Muslimin Muhyiddin Hamidy
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhamad : 7).
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal.” (QS Ali Imran : 160).
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS Al-Baqarah : 154).
Tidak ada satupun di antara kita yang tidak mau syahid di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena itu, syahid bukanlah sekedar harapan,keinginan, apalagi khayalan. Tetapi syahid adalah panggilan Allah Sang Penguasa langit dan bumi, pemilik dunia dan akhirat.
Bila dalam memenuhi panggilan jihad itu kita dalam keadaan fakir atau miskin, maka ketahuilah itu tandanya Allah sedang menyayangi kita. Karenanya, ruhul jihad kita tidak boleh mengendur. Sebaliknya, kalau kita diberi kelapangan harta, ketahuilah bahwa justru itu adalah ujian dari Allah. Sanggupkah ruhul jihad kita ikut meningkat seiring dengan meningkatnya harta kita?
Teladan kita, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya yang setia, sangat cinta syahid di jalan Allah melebihi cinta segalanya.
Rabu, 28 Januari 2009 - 11:27 WIB
RAPUHNYA PEREKONOMIAN BERBASIS RIBA
Al-Ustadz Yakhsyalloh Mansur,M.A.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, yang artinya: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah, 2: 275)
Pada ayat ini Allah menginformasikan pribadi orang yang hidup dari riba. Dia hidup seperti orang yang dirasuki setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Ayat ini disesuaikan dengan keyakinan bangsa Arab Jahiliyyah bahwa setan atau jin dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan membuatnya mejadi gila. Orang yang hidup dari riba diumpamakan orang gila disebabkan dia dimabukkan oleh kecintaan kepada harta dan setelah harta mampu memperbudak pikirannya, jiwanya menjadi ganas, ingin menguasai orang lain dan perilakunya tidak lagi mengindahkan nilai kemanusiaan.
Sebagai gambaran kecil, Ahmad Musthafa al-Maraghi mencontohkan aktivitas orang yang sedang bertransaksi di pasar bursa. Gerakan dan sikapnya lincah dan serius. Dari celah aktivitas dan sikap mereka yang lincah dapat kita saksikan gerakan yang tidak teratur. Orang Arab mengistilahkan orang yang suka berbuat tidak teratur (ngawur) itu sebagai gila.
Para ulama menyatakan bahwa orang yang hidup dari riba, akan dibangunkan di hari kiamat dalam keadaan gila..
Rabu, 28 Januari 2009 - 11:12 WIB
FATWA MUI TENTANG TIDAK IKUT PEMILU
Dipaksakan dan Kontraproduktif
Dalam sidang pleno Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI se Indonesia III di Padang Panjang, Sumatra Barat, Ahad, 25 Januari 2009 dinyatakan antara lain bahwa tidak ikut memilih dalam PEMILU hukumnya adalah haram.
Dilihat dari perspektif hukum Islam fatwa tersebut tidak tepat, dan dalam perspektif hukum positif juga bertentangan dengan undang-undang, karena keikutsertaan seseorang dalam PEMILU adalah hak bukan kewajiban. Sehingga fatwa tersebut terkesan dipaksakan dan akan kontraproduktif, yang akan membuat MUI makin diremehkan oleh umat Islam.
Dari perspektif agama Islam PEMILU bukanlah syari'at sehingga tidak perlu dihukumi. Bahkan dalam Fiqh Siyasahpun tidak dikenal adanya institusi PEMILU dalam memilih Imaamul Muslimin atau Khalifah. Sehingga menarik-narik masalah PEMILU ke ranah agama (syari'at) adalah bertentangan dengan nash syari'at yang sharih (QS. Al-Hujurat : 1). Pada ayat ini Allah melarang orang-orang yang beriman menetapkan suatu hukum sebelum ada ketetapan dari Allah dan Rasul-Nya.
Lebih tegas lagi Allah menyatakan dalam QS. An-Nahl : 116, yang oleh Ibn Katsier (w.774 H) ditafsirkan, "Termasuk dalam pengertian ayat ini adalah orang yang membuat perilaku bid'ah yang tidak ada sandarannya dalam syari'at dan menghalalkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah, atau mengharamkan yang dihalalkan oleh Allah hanya berlandaskan rasio dan syahwatnya".
Apabila kita menarik-narik masalah PEMILU kepada masalah syari'at maka akan mengerdilkan agama Islam yang bersifat universal (QS. Al-Anbiya : 107). Walaupun ada kaidah Ushul Fiqh yang menyatakan "Al-Hukmu yadurru ma'a al-illati wujudan wa adaman", namun kaidah ini tidak dapat diterapkan dalam masalah PEMILU yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah agama.
|
|
WARTA MUSLIMIN
Jum'at, 27 Februari 2009 - 6:30 WIB
Mantan Menlu Israel: Hentikan Isolasi Terhadap Hamas!
Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Israel. Mantan Menteri Luar Negeri Israel, Shlomo Ben-Am menyerukan kepada pemerintahan Israel tidak lagi mengabaikan Hamas.
Ben-Am mengatakan bahwa kebijakan mengisolasi Hamas harus segera dihentikan dan sebaliknya Israel harus mulai berdamai dengan Hamas. "Mengisolasi Hamas hanya akan membuat keadaan jadi tidak stabil." ujar Ben di harian terkemuka Britania Raya, The Times.
Ben-Am adalah salah seorang mantan negosiasi damai Israel, hingga tak heran ia paham seluk-beluk Hamas. "Suka ataupun tidak, Hamas begitu kuat, dan mereka tak akan pernah menyerah. Sejak mereka memenangi pemilu 2006, mereka didukung oleh semua warga Palestina, dan mereka telah membuktikan diri mampu bertahan dari blokade ekonomi, boikot atau apapun itu!"
Jum'at, 27 Februari 2009 - 6:24 WIB
Presiden diminta realisir pembangunan Rumah Sakit Gaza
Jakarta – Sehubungan rencana pembangunan Rumah Sakit di Gaza Palestina, yang difasilitasi Menkes Palestina dan Pemerintah RI melalui Depkes serta didukung relawan kemanusiaan dari Indonesia, Presiden RI diminta segera merealisir bantuan pembangunan Rumah Sakit tersebut. Demikian disampaikan Sekretaris Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Ali Farkhan Tsani dalam siaran pers di Jakarta Kamis, 26/2.
Menurut Ali Farkhan, keberadaan Rumah Sakit di Gaza sangat mendesak diperlukan warga sipil setempat yang menderita luka-luka, terutama anak-anak, kaum perempuan, dan orang-orang tua, akibat kebiadaban serangan Zionis Israel beberapa waktu lalu.
“Ini langkah mulia wujud solidaritas perikemanusiaan kita sebagai bangsa yang mayoritas beragama Islam,” ujarnya.
Karenanya, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) sebagai wadah kesatuan umat Islam meminta upaya pembangunan tersebut didukung secara sinergis oleh seluruh instansi pemerintah terkait, termasuk Departemen Luar Negeri. Sehingga diharapkan pembangunan Rumah Sakit tersebut dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.
Rabu, 25 Februari 2009 - 23:28 WIB
Hamas-Fatah Berkomitmen Bersatu Tangani Rekonstruksi Jalur Gaza
Metrotvnews.com, Jalur Gaza: Desakan rekonsiliasi faksi-faksi Palestina agar dapat mengatur dengan baik bantuan kemanusiaan komunitas internasional akhirnya direspons para tokoh Hamas maupun Fatah. Wakil dari Fatah Abdullah mengaku, delegasi Fatah sudah pasti akan hadir dalam pertemuan di Kairo, Mesir, Rabu pekan ini. Karena Fatal telah sepakat untuk memprioritaskan kepentingan nasional Palestina daripada kepentingan faksi.
Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum juga menyatakan hal serupa. Hamas telah mengutus delegasinya untuk berdialog dengan Fatah. Menurut Barhoum, Hamas telah berkomitmen untuk mengutamakan dialog soal masalah nasional Palestina ketimbang kepentingan politik faksi.
Dalam kesempatan berbeda, Presiden Parlemen Eropa Hansgert Poettering menemui Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad di Ramallah, Tepi Barat, untuk membahas upaya rekonstruksi Jalur Gaza. Pertemuan ini sekaligus merupakan persiapan konferensi negara-negara donor di Mesir, pekan depan.
Dalam pertemuan ini Salam Fayyad sekali lagi mendesak pembukaan blokade perbatasan. Karena rekonstruksi Gaza tidak mungkin terlaksana tanpa pembukaan blokade di semua perbatasan, baik dengan Israel maupun Mesir.
Presiden Parlemen Eropa Hansgert Poettering juga menemui para pejabat Israel di Yerusalem, termasuk Perdana Menteri terpilih Israel Benyamin Netanyahu dan Presiden Shimon Peres. Poettering berharap, Netanyahu membawa pendekatan baru dalam proses perdamaian Timur Tengah.(DOR).
Rabu, 25 Februari 2009 - 23:26 WIB
Hambat Bantuan ke Gaza, Hillary Kecam Israel
Yerusalem, (tvOne) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mendesak Israel untuk berhenti menghambat bantuan kepada Jalur Gaza yang dikepung.
Masalah itu akan dikemukakannya dalam kunjungannya pekan depan, kata laporan satu surat kabar negara Yahudi itu. Utusan Timur Tengah AS, George Mitchell, diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan keras tentang situasi Gaza ketika dia berkunjung ke Israel, menjelang lawatan Hillary ke negara Zionist itu pada pekan ini, kata Haaretz.
"Israel tidak melakukan upaya-upaya yang cukup untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza," kata surat kabar itu mengutip para pejabat AS, ketika mereka mengatakan kepada pejabat-pejabat Israel pada pekan lalu. "AS berharap Israel akan melaksanakan komitmen-komitmennya mengenai masalah ini," ujarnya, seperti dilansir Antara
Rabu, 18 Februari 2009 - 17:44 WIB
AS diminta hidup berdampingan secara baik dan damai dengan umat Islam
JAKARTA - AS diminta hidup berdampingan secara baik dan damai dengan umat Islam, karena umat Islam pada dasarnya dapat hidup berdampingan secara baik, damai, dan menghargai umat lainnya. Demikian disampaikan Ali Farkhan Tsani juru bicara Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (18/2).
“Terbukti Islam berdampingan secara baik dan damai dengan umat lain, sebagaimana pada masa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW di Madinah, Khalifah Umar bin Khattab di Jazirah Arab, dan Panglima Shalahuddin Al-Ayyubi di Palestina/Yerussalem,” ujar Ali Farkhan Tsani.
Ia menyampaikan hal itu sehubungan kunjungan Menlu AS Hillary Rodham Clinton ke Indonesia 18-19 Februari 2009 dalam perjalanan dinasnya ke Asia sebagai upaya mempererat hubungan dengan wilayah tersebut.
Jama’ah Muslimin (Hizbullah) sebagai wadah kesatuan umat Islam menegaskan, apabila ada hal-hal yang berhubungan dengan Islam dan umat Islam, hendaknya AS merundingkannya dengan umat Islam secara baik, tidak dengan kekerasan.
“AS hendaknya belajar dari pemerintahan sebelumnya yang gagal menciptakan iklim yang baik dan damai dengan Islam. Sehingga hal itu berakibat buruk bagi AS sendiri yang semakin tidak dipercaya dunia,” kata Ali Farkhan.
Tentang permasalahan Palestina, Ali Farkhan, mengemukakan, Palestina yang di dalamnya terdapat masjid suci dan kiblat pertama umat Islam sedunia, hendaknya dihargai dan dihormati, jangan diganggu dan jangan ada lagi penindasan terhadap umat Islam di sana.
“Palestina adalah milik Islam dan umat Islam, maka hendaknya segera dikembalikan lagi kepada umat Islam,” kata Ali Farkhan, yang juga Sekretaris Jenderal Sekretariat Internasional Al-Aqsha Working Group Jakarta. (awg)
Rabu, 18 Februari 2009 - 15:45 WIB
ASEAN Harus Agendakan Pembicaraan Mengenai Pengungsi Rohingya
Medan, 17/2 (ANTARA) - Para pemimpin negara-negara ASEAN yang akan mengadakan pertemuan di Thailand, akhir bulan ini harus mengagendakan pembicaraan untuk menyelamatkan warga Rohingya, Myanmar yang menurut laporan mengalami intimidasi dan penindasan di negaranya.
Akibat dari berbagai tekanan yang dialami, ratusan warga muslim Rohingya terpaksa keluar dari negaranya dan sekitar 391 orang diantaranya terdampar di perairan Aceh, ungkap DR H Mohammad Hazmi, Koordinator Citizen International Malaysia kepada ANTARA di Medan, Senin.
DR Hazmi yang didampingi beberapa pengurus Tim Ukhuwah Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Indonesia, berharap tidak hanya masalah demokrasi saja yang menjadi perhatian dunia di Myanmar, sementara rakyat kecil dari agama minoritas yang tertindas luput dari perhatian PBB dan ASEAN.
DR Hazmi yang juga Ketua Sekretariat Himpunan Ulama Rantau Asia (Shura) yang berkedudukan di Kuala Lumpur itu memuji kebijakan pemerintah Indonesia yang memberikan perhatian cukup besar terhadap ratusan pengungsi Rohingya yang berada di Sabang dan Idi Rayeuk, NAD.
|